Kunci Kompetensi

Kemampuan untuk belajar hidup dan seumur hidup

Kurikulum Selandia Baru mengidentifikasi lima kompetensi utama:

  • pikir
  • menggunakan bahasa, simbol, dan teks
  • mengelola diri
  • berhubungan dengan orang lain
  • berpartisipasi dan memberikan kontribusi
  • Orang menggunakan kompetensi ini untuk hidup, belajar, bekerja, dan berkontribusi sebagai anggota aktif dari komunitas mereka. Lebih kompleks daripada keterampilan, kompetensi menarik juga pada pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai dengan cara yang mengarah pada tindakan. Mereka tidak terpisah atau berdiri sendiri. Mereka adalah kunci untuk belajar di setiap daerah belajar.

Pengembangan kompetensi adalah baik tujuan itu sendiri (tujuan) dan sarana yang ujung lainnya tercapai. Pelajar yang berhasil memanfaatkan kompetensi dalam kombinasi dengan semua sumber daya lain yang tersedia bagi mereka. Ini termasuk tujuan pribadi, orang lain, pengetahuan dan nilai-nilai masyarakat, alat-alat budaya (bahasa, simbol, dan teks), dan pengetahuan dan keterampilan ditemukan di daerah belajar yang berbeda. Ketika mereka mengembangkan kompetensi, peserta didik sukses juga termotivasi untuk menggunakannya, mengenali kapan dan bagaimana melakukannya dan mengapa.

Peluang untuk mengembangkan kompetensi terjadi dalam konteks sosial. Orang-orang mengadopsi dan mengadaptasi praktek-praktek yang mereka lihat digunakan dan dihargai oleh orang-orang terdekat mereka, dan mereka membuat praktek ini bagian dari identitas mereka sendiri dan keahlian.

Kompetensi terus mengembangkan dari waktu ke waktu, dibentuk oleh interaksi dengan orang-orang, tempat, ide, dan hal. Siswa perlu ditantang dan didukung untuk mengembangkan mereka dalam konteks yang semakin luas dan kompleks.

Pikir

Berpikir adalah tentang penggunaan kreatif, proses kritis, dan metakognitif untuk memahami informasi, pengalaman, dan ide-ide. Proses ini dapat diterapkan untuk tujuan seperti mengembangkan pemahaman, membuat keputusan, membentuk tindakan, atau membangun pengetahuan. Keingintahuan intelektual adalah jantung dari kompetensi ini.

Siswa yang kompeten dan pemikir pemecah masalah secara aktif mencari, menggunakan, dan menciptakan pengetahuan. Mereka merefleksikan pembelajaran mereka sendiri, menggambar pada pengetahuan pribadi dan intuisi, mengajukan pertanyaan, dan menantang dasar asumsi dan persepsi.

Menggunakan bahasa, simbol, dan teks

Menggunakan bahasa, simbol, dan teks adalah tentang bekerja dengan dan membuat makna dari kode di mana pengetahuan diungkapkan. Bahasa dan simbol adalah sistem untuk mewakili dan mengkomunikasikan informasi, pengalaman, dan ide-ide. Orang menggunakan bahasa dan simbol untuk menghasilkan teks dari semua jenis: tertulis, lisan / aural, dan visual, informatif dan imajinatif, informal dan formal, matematika, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Siswa yang kompeten pengguna bahasa, simbol, dan teks dapat menafsirkan dan menggunakan kata-kata, angka, gambar, gerakan, metafora, dan teknologi dalam berbagai konteks. Mereka mengenali bagaimana pilihan bahasa, simbol, atau teks akan mempengaruhi pemahaman masyarakat dan cara-cara di mana mereka merespon komunikasi. Mereka percaya diri menggunakan TIK (termasuk, bila sesuai, teknologi pendukung) untuk mengakses dan memberikan informasi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Mengelola diri

Kompetensi ini berhubungan dengan motivasi diri, “bisa-melakukan” sikap, dan dengan siswa melihat diri mereka sebagai peserta didik mampu. Ini merupakan bagian integral dari self-assessment.

Siswa yang mengelola sendiri giat, akal, dapat diandalkan, dan tangguh. Mereka menetapkan tujuan pribadi, membuat rencana, mengelola proyek, dan menetapkan standar yang tinggi. Mereka memiliki strategi untuk tantangan pertemuan. Mereka tahu kapan harus memimpin, kapan harus mengikuti, dan kapan dan bagaimana untuk bertindak independen.

Berhubungan dengan orang lain

Berhubungan dengan orang lain adalah tentang berinteraksi secara efektif dengan beragam orang dalam berbagai konteks. Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mendengarkan secara aktif, mengenali sudut pandang yang berbeda, bernegosiasi, dan berbagi gagasan.

Siswa yang berhubungan baik dengan orang lain terbuka untuk belajar baru dan mampu mengambil peran yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Mereka menyadari bagaimana kata-kata dan tindakan mereka mempengaruhi orang lain. Mereka tahu kapan saat yang tepat untuk bersaing dan kapan waktu yang tepat untuk bekerja sama. Dengan bekerja sama secara efektif, mereka bisa datang dengan pendekatan baru, ide-ide, dan cara berpikir.

Berpartisipasi dan memberikan kontribusi

Kompetensi ini tentang menjadi aktif terlibat dalam masyarakat. Masyarakat termasuk keluarga, whānau, dan sekolah dan yang didasarkan, misalnya, pada kepentingan atau budaya yang sama. Mereka dapat ditarik bersama-sama untuk tujuan seperti belajar, bekerja, perayaan, atau rekreasi. Mereka mungkin lokal, nasional, maupun global. Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat sebagai anggota kelompok, untuk membuat koneksi dengan orang lain, dan untuk menciptakan peluang bagi orang lain dalam kelompok.

Siswa yang berpartisipasi dan berkontribusi dalam masyarakat memiliki rasa memiliki dan kepercayaan diri untuk berpartisipasi dalam konteks baru. Mereka memahami pentingnya menyeimbangkan hak, peran, dan tanggung jawab dan berkontribusi terhadap kualitas dan keberlanjutan, budaya, fisik, dan ekonomi lingkungan sosial.